Laporan Minggu ke III Praktikum Di Universitas
Sarjanawiyata Tamansiswa (UST)
Oleh: Rosiana Nurwa Indah (1520010020)
|
No
|
Hari
dan Tanggal
|
Waktu
|
Bagian
Perpustakaan
|
Kegiatan
|
|
1
|
Senin,
31 Oktober 2016
|
Pukul
08.00-12.00
13.00-15.30
|
Pengolahan
|
a.
Mengelompokkan buku berdasarkan pengadaan setiap
jurusan
b.
Membuat no klasifikasi berdasarkan DDC 21
c.
Membuat call number setiap koleksi
|
|
2
|
Selasa,
1 November 2016
|
Pukul
08.00-12.00
13.00-15.30
|
Pengolahan
|
a.
Mengelompokkan buku berdasarkan pengadaan setiap
jurusan
b.
Membuat no klasifikasi berdasarkan DDC 21
c.
Membuat call number setiap koleksi
|
|
3
|
Rabu,
2 November 2016
|
Pukul
08.00-12.00
13.00-15.30
|
Pengolahan
|
a.
Mengelompokkan buku berdasarkan pengadaan setiap
jurusan
b.
Membuat no klasifikasi berdasarkan DDC 21
c.
Membuat call number setiap koleksi
|
Pada
minggu ketiga penulis melakukan kegiatan praktikum pada bagian pengoloahan
Perpustakaan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Pada bagian ini
terdapat empat orang pegawai perpustakaan yang membimbing penulis dalam
melakukan praktikum, yaitu Pak Herlan, Pak Yohanes Sudarwanto, dan Bu Tuti
Purwani. Pada bagian pengolahan ini merupakan bagian yang melaksanakan berbagai
kegiatan pengolahan segala koleksi yang ada Perpustakaan UST, baik Perpustakaan
Unit I, II maupun III. Deskripsi kegiatan selama minggu ketiga praktikum pada
bagian pengolahan Perpustakaan UST akan penulis uraikan sebagai berikut:
- Mengelompokkan Buku Berdasarkan Pengadaan Setiap Jurusan
Kegiatan
ini merupakan kegiatan berupa pengelompokkan koleksi yang belum diolah pada kardus
yang memuat keterangan setiap jurusan yang ada di UST. Dalam pengelompokkannya
didasarkan pada no inventaris yang ada. Hal ini dikarenakan setiap jurusan
memiliki kode inventaris tersendiri, sehingga mudah dibedakannya. Adapun jumlah
buku yang dikerjakan sebanyak 130 eksemplar.
b.
Membuat
No Klasifikasi Berdasarkan DDC 21
Kegiatan ini meliputi pemberian no
DDC pada setiap koleksi yang ada berdasarkan DDC 21 elektronik. Selain
menggunakan DDC elektronik, penulis dalam memberikan no klasifikasi juga mengecek
ke OPAC Perpustakaan UST. Hal ini bertujuan unutuk menyamakan no klasifikasi
koleksi apabila koleksi tersebut sudah ada, sehingga letak dan kelas koleksi
tersebut sama. Adapun jumlah buku yang dikerjakan sebanyak 130 eksemplar.
- Membuat Call Number Setiap Koleksi
Kegiatan
ini merupakan kegiatan pemberian call
number atau no panggil pada setiap koleksi yang ada sehingga mudah
ditemukan. Call number atau no
panggil ini terdiri dari no klasifikasi koleksi, tiga huruf pertama nama akhir
pengarang atau editor, dan huruf awal judul koleksi tersebut. Adapun jumlah
buku yang dikerjakan sebanyak 130 eksemplar.
Adapun kendala yang penulis
temukan pada saat melakukan pengolahan koleksi adalah pemberian nomor
klasifikasi pada beberapa koleksi, karena istilah pada judul belum terlalu
familiar bagi penulis, seperti Agropolitan, Makrobenthos, dan lain sebagainya
sehingga penulis perlu membaca isi bukunya terlebih dahulu. Adapun permasalahan
yang penulis temukan pada saat praktikum pada bagian Pengolahan Perpustakaan UST
adalah sebagai berikut:
- Bagian pengolahan terdapat empat orang staff yang menghandel segala kegiatan pengolahan koleksi yang ada dari proses inventaris; pemberian cap; pemberian nomor klasifikasi; memberi label; input koleksi pada SlimS; pembuatan barcode; hingga preservasi dan konservasi koleksi yang ada. Namun, tiga dari empat staff yang ada tidak selalu berada dibagian pengolahan, karena memiliki tanggungjawab lain. Adapun tanggung jawab tersebut yaitu, satu staff menjaga bagian layanan, satu staff bagian layanan refrensi, dan satu staff lagi pada bagian layanan Unit II perpustakaan, sehingga dalam melakukan pengolahan koleksi mereka juga mengerjakan tugas mereka lainnya. Hal ini menjadikan pengolahan koleksi yang ada kurang maksimal, karena jumlah koleksi yang diolah jumlahnya banyak, namun tenaga staff yang ada jumlahnya tidak sesuai.
- Dalam melakukan kegiatan pengolahan masih kurangnya koordinasi dan pembagian job yang jelas dan target pencapaian penyelesaian, sehingga terkadang pada saat pelaksanaanya terjadi kebingungan pekerjaan apa yang harus mereka lakukan; tidak seragamnya cara input data koleksi pada SlimS; terjadinya duplikasi input koleksi yang sama; dan terlewatinya salah satu proses pengolahan koleksi seperti pemberian nomor inventaris, call number, dan lain sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar